Penyanyi dan Pencipta Lagu


Penyanyi dan Pencipta Lagu


Tidak semua penyanyi bisa mencipta lagu, begitupun sebaliknya, tidak semua pencipta lagu bisa bernyanyi (secara profesional).


Ada juga pencipta yang menyanyikan lagunya sendiri dan lagu itu menjadi populer atau hitz.


Ada juga pencipta yang lagunya menjadi hitz ketika dinyanyikan oleh orang lain, karena karakter suara dan soulnya lebih sesuai.


Pun, apalah arti seorang penyanyi jika tidak ada lagu tercipta?


Penyanyi butuh lagu untuk membesarkan namanya, dan tidak semua penyanyi bisa mencipta lagu.


Pencipta lagu butuh penyanyi untuk membesarkan lagunya, dan tidak semua pencipta bisa membesarkan lagunya meski dinyanyikan sendiri.


Ariel Noah dan Opick mungkin pengecualian, setidaknya dua musisi inilah yang telah berstatement ke publik untuk tidak meributkan soal royalty lagu.


Dua musisi ini adalah tipikal pencipta yang sekaligus bisa membesarkan lagunya sendiri.


Ahmad Dhani, sang musisi legendaris itu langsung mengkritik: Ariel seorang individualis yang memikirkan dirinya sendiri.


Menurutnya, banyak pencipta lagu mengalami kesulitan ekonomi, padahal lagu-lagu karya mereka jadi hits dan terus dibawakan di atas panggung.


Banyak penyanyi mendapat keuntungan ekonomi dari lagu-lagu tersebut, namun penciptanya nelangsa dan hidup miskin.


Sebelumnya, Ahmad Dhani berdebat dengan Once. Dia menyoal Once dari aspek moral, bahwa mantan vokalis Dewa19 itu tidak mau membayar royalty atas lagu-lagu Dewa19 yang ia bawakan.


Once berkilah bahwa soal royalty adalah urusan EO, yang pembayarannya lewat LMKN/LMK, bukan person to person.


Perdebatan keduanya sangat sengit dan seru, membuka pandangan publik terkait hak cipta.


Anda di kubu mana? Susah berpihak, keduanya punya argumen yang bisa dibenarkan.


Lagipula, apakah lagu-lagu Dewa19, khususnya yang dicipta Ahmad Dhani, bisa meledak andai bukan Once yang membawakan?


Dewa19 mengalami puncak kejayaan pada album Bintang Lima, justru saat transisi vokalis dari Ari Lasso ke Once.


Karakter vokal Once yang tinggi, lebar dan serak itu menyatu sempurna dengan lagu-lagu Dewa19 dari album Bintang Lima, Cintailah Cinta hingga Republik Cinta.


Ahmad Dhani sendiri pernah berkata: Dewa19 tanpa Once bukanlah Dewa19, begitupun Slank tanpa Kaka.


Apa karena itu, Dhani tak berani menggantikan posisi Once dan lebih menggunakan format featuring, mulai dari Judika, Virzha hingga Ello.


Pada kasus Dhani vs Once, banyak yang membela Once bukan soal UU Hak Cipta atau mekanisme pembayaran royalty.


Namun karena Once punya "saham historis" untuk membesarkan Dewa19, bahkan di masa-masa sulit pasca keluarnya Ari Lasso.


Takdir kemudian tetap mempertemukan mereka berdua di komisi X DPR RI.


Ariel Noah pun punya pandangan baru, yakni tentang penyanyi original, atau penyanyi yang pertama membawakan lagu tersebut.


Harus dibedakan antara penyanyi original dan penyanyi cover.


Untuk kasus Agnez Mo yang harus membayar denda 1,5 Milliar oleh pengadilan Tata Niaga karena membawakan lagu "Bilang Saja" karya Ari Bias, membuat penyanyi lain pun terkejut.


Publik tahunya itu lagu Agnez Mo, melekat kuat dengan sosok Agnez Mo, dan apakah akan menjadi hitz andai yang menyanyikan bukan Agnez Mo?


Perdebatan soal hak cipta membuat penyanyi khawatir, kita sebagai penikmat hanya berdoa: semoga perdebatan ini membawa ke arah perbaikan regulasi.


Sayangnya, gugatan tajam justru ditujukan pada penyanyi original, yang turut membesarkan lagu tersebut. Bagaimana dengan penyanyi cover?


Sejauh ini, menurutku gagasan Ariel Noah lah yang paling solutif mengurai persoalan ini. []


Ahmad Fahrizal Aziz

Blogger, Aktivis Literasi, suka jalan-jalan dan nongkrong

Posting Komentar

Tinggalkan komentar di sini, terima kasih sudah mampir.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak